Pahala Syahid Bagi Yang Wafat Malam Jumat

Dinukil - Hari Jum'at memiliki keutamaan sangat banyak yang tak dimiliki hari-hari selainnya. Salah satunya adalah siapa yang meninggal di dalamnya maka ia aman dari adzab kubur. Para ulama juga menjelaskan bahwa meninggal di dalamnya menjadi salah satu tanda husnul khatimah.

Kemudahan meninggal dunia pada malam atau siang Jum'at
Hadits yang menjelaskan keutamaan meninggal pada malam atau siang Jum’at antara lain telah sebut oleh al-Ghazali dalam al-Ihya, yaitu sabda Rasulullah SAW berbunyi :

من مات يوم الجمعة ﺍﻭﻟﻴﻟﺔ الجمعة ﻛﺘﺐ ﺍﷲ ﻟﻪ ﺃﺠﺭ ﺷﻬﻴﺩ وقي عذاب القبر

Artinya : Barangsiapa yang meninggal pada hari Jumat atau malamnya, niscaya dituliskan oleh Allah SWT baginya pahala syahid dan terpelihara dari fitnah kubur.

Al-‘Iraqi memberitahukan bahwa hadits ini telah dikeluar oleh Abu Na’im dalam al-Haliyah dari hadits Jabir dengan kualiatas haditsnya dha’if.[4] Senada dengan hadits ini sabda Rasulullah SAW riwayat Turmidzi dari Rabi’ah bin Saif dari Ibnu Umar dengan lafazh :

ﻣﺎ ﻣن ﻣﺴﻠﻡ ﻳﻣﻭﺖ يوم الجمعة ﺍﻭﻟﻴﻟﺔ الجمعة ﺇﻻ وﻗﺎﻩ ﺍﷲ ﻔﺘﻨﺔ القبر

Artinya : Tidak ada seorang muslim yang meninggal pada hari atau malam Jum’at kecuali Allah akan menjauhinya dari fitnah kubur (H.R. Turmidzi, beliau mengatakan, hadits ini gharib dan isnadnya tidak bersambung)

Hadits riwayat Turmidzi di atas tidak bersambung sanadnya karena Rabi’ah bin Saif tidak mendengar hadits dari Ibnu Umar. Namun demikian, menurut keterangan al-‘Iraqi hadits ini telah di-washal (bersambung sanad) oleh Turmidzi al-Hakim dalam kitab al-Nawadir dengan menambah nama ‘Iyadh bin ‘Aqabah al-Fahry di antara keduanya (Rabi’ah bin Saif dan Ibnu Umar).

Abu Ya’la juga ada meriwayat hadits yang senada dengan hadits di atas dari Anas bin Malik dengan lafazh Rasulullah SAW bersabda :

من مات يوم الجمعة وقي عذاب القبر

Artinya : Barangsiapa yang meninggal pada hari Jumat, niscaya terpelihara dari azab kubur (H.R. Abu Ya’la, menurut keterangan al-Haitsami, pada hadits ini ada Yazid al-Riqasyi dan dia diperkatakan)

Menurut hemat kami, meskipun hadits-hadits di atas adalah dhaif, tetapi telah datang hadits-hadits tersebut dalam jalur yang berbeda sehingga satu sama lainnya saling menguatkan, apalagi hadits riwayat Turmidzi di atas telah datang pada jalur lain dengan jalan muttashil (bersambung) sebagaimana telah dijelakan di atas. Dengan demikian, boleh dijadikan pegangan dalam menjelaskan keutamaan hari atau malam Jum’at. Lebih-lebih lagi sebagaimana dimaklumi banyak hadits-hadits shahih yang secara umum menjelaskan bahwa hari Jum’at merupakan hari yang mempunyai keutamaan dibandingkan hari lain lainnya, antara lain :

خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة. فيه خلق آدم. وفيه أدخل الجنة. وفيه أخرج منها

Artinya : Sebaik-baik hari yang terbit matahari padanya adalah hari Jum’at, hari Adam diciptakan, dimasukkan Surga dan dikeluarkan darinya.(H.R. Muslim)

Al-Mubarakfuri dalam Syarh al-Tirmidzi menjelaskan makna fitnah kubur pada hadits di atas, "Maksudnya: siksanya dan pertanyaannya. Dan itu mengandung makna mutlak dan taqyid. Dan makna pertama lebih tepat dengan disandarkan kepada karunia Allah." (Tuhfah al-Ahwadi: 4/160)

Ini menunjukkan bahwa waktu yang mulia memiliki pengaruh besar sebagaimana tempat yang utama  juga mempunyai pengaruh yang serius terhadap kondisi hamba. Dan waktu yang mulia ini dimulai sejak terbenamnya matahari pada Kamis sore berlanjut sampai tenggelamnya matahari pada Jum'at sore atau masuknya malam Sabtu. Perlu dicatat, keutamaan ini hanya berlaku bagi muslim saja. Tidak berlaku atas non-muslim. Sebagaimana ditunjukkan dalam bagian awal matannya, "Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at."

Dan keterangan ini hanya tanda atau indikasi baik bagi orang muslim yang meninggal pada hari tersebut. Tidak menjadi dasar pasti untuk memastikan secara personal bahwa dia benar-benar aman dari siksa kubur. Wallahu Ta'ala A'lam.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pahala Syahid Bagi Yang Wafat Malam Jumat"

Post a Comment